Kue yang satu ini sangat dikenal dan disukai aleh hampir semua kalangan, dari mulai anak-anak sampai orang dewasa. enak soalnya...namun saya menemukan kesan berbeda mungkin,,, dengan kue yang biasa saya makan pada saat sarapan pagi.
Namun Pada kesempatan ini saya tidak membahas segi resep, pembuatan dan marketnya, namun saya memiliki inspirasi lain tentang kue yang satu ini. Saya juga tidak ingat secara persis kapan inspirasi itu saya dapatkan, yang jelas inspirasi itu datang pastinya pada saat saya menyantap kue tersebut.
Pada waktu itu saya terinspirasi begini,
Pertama,
saya membeli kue DONAT dengan persis mengetahui bahwa tidak semua bagian dari kue tersebut bisa dimakan, saya rasa anda pun mengetahui bagian mana yang saya maksud, tapi meskipun demikian saya sedikitpun tidak merasa dirugikan dan ikhlas-ikhlas saja.
Kedua,
Adanya lubang pada DONAT tentunya tidak pernah diperhitungakan secara persis oleh pembuatnya, namun tidak bisa ditampik justru bagian tersebutlah yang menjadi ciri khas kue DONAT.
Ketiga,
Dari sisi pemasaran, DONAT hampir dapat kita jumpai diberbagai tempat mulai dari kedai-kedai kecil hingga foodcount bertarap internasional.
Keempat,
Dari sisi harga, DONAT sangat berpariasi dan menyesuaikan dengan pangsa pasar yang ada.
Kelima,
Dari sisi pembeli/pengemar, DONAT digemari hampir oleh semua kalangan mulai dari anak-anak, remaja bahkan dewasa.
Dari kelima inspirasi di atas muncul sebuah pertanyaan, kenapa saya tidak belajar dari DONAT,,,??? yang sering saya santap pada waktu sarapan pagi? meskipun berlubang ditengahnya namun dia tetap bisa membuat orang ikhlas, bagian yang tidak diperhitungkan justru bisa menjadi ciri khasnya, Bisa dipasarkan dimana saja, harganya menyesuaikan dengan kondisi pembelinya, dan digemari oleh hampir semua kalangan, kondisi ini hampir menggambarkan perfektifitas untuk sebuah sosok kepribadian.
Inspirasi saya yang lain tentang sebuah DONAT adalah, bila kehidupan ini kita ibaratkan sebuah DONAT maka, ada bagian yang tidak bisa secara persis kita buat dengan kata lain pada saat membuat sebuah donat yang bisa diperhitungkan adalah bagian yang bisa dimakan namun untuk bagian tengahnya tidak diperhitungkan secara persis, yang jelas dia ada dan ambil bagian. seandainya saja ada seseorang yang merencanakan membeli dan memakan DONAT membahas lubang tersebut maka, tentunya yang akan terjadi si pembeli tidak jadi membeli dan si pemakan tidak jadi memakan kendati itu sesuatu yang tadinya tidak diperhitungkan dan tidak direncanakan pada saat pembuatannya. yang jelas akan muncul masalah baru dimana pembeli pastinya akan adu argumen dengan penjual, pembeli yang lain jadi mengantri di belakang dan sederet masalah yang seharusnya tidak terjadi menjadi masalah berantai.
Kesimpulannya adalah dari semua kejadian yang kita temui atau kita dapatkan tidak semuanya bisa kita kendalikan, ada sebagian kecil dari kejadian-kejadian itu diluar kendali kita, jika kita membahas kejadian diluar kendali kita maka yang didapat bukannya penyelesaian malahan masalah berantai. Maka dari itu perlu diingat perbandingan antara kejadian yang bisa kita kendalikan dengan tidak bisa kita kendalikan adalah 9 : 1, lebih penting lagi jangan membalik perbandingan tersebut alias bersandar pada kelemahan, jika demikian adanya maka kondisi nya akan lebih parah dari seseorang yang merencanakan membeli dan memakan DONAT tadi di atas.
Semoga terinspirasi
Terima kasih,
Uhangcinday
Tidak ada komentar:
Posting Komentar